KHUTBAH JUMAT_AWAL TAHUN DAN HATI YANG KEMBALI PULANG
AWAL TAHUN DAN HATI YANG KEMBALI PULANG
( Ikram Ferdiansyah Baba,S.Pd.I.,M.Pd)
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang tidak hanya tampak saat kita berada di masjid, tetapi juga terasa saat kita kembali ke rumah dan ke tempat kerja kita masing-masing.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita berada di awal tahun. Sebuah waktu yang sering kita sebut sebagai awal yang baru. Banyak orang menuliskan harapan, rencana, dan target. Namun di hadapan Allah, awal tahun bukan tentang angka yang berubah, melainkan tentang hati yang mau berubah.
Berapa banyak tahun yang telah kita lewati,
namun shalat masih sering tertunda,
doa masih terasa dingin,
dan hati masih mudah lelah oleh urusan dunia.
Allah SWT mengingatkan kita dengan sangat lembut namun tegas:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.”
(QS. Al-‘Ashr)
Kerugian itu bukan karena kita kurang pandai bekerja, bukan karena gaji tidak bertambah, tetapi karena waktu berlalu sementara hati semakin jauh dari Allah.
Jamaah rahimakumullah,
Jika saat ini kita adalah hamba yang berikhtiar menjemput rezeki Sebagai pekerja, pegawai, karyawan.Kita akan menjalani rutinitas, bangun pagi sebelum matahari tinggi. Kita berangkat dengan pikiran yang sudah penuh. Kita pulang dengan tubuh yang lelah.Namun, terkadang bukan karena pekerjaan itu berat, tetapi karena hati ikut lelah.hati terasa letih.
Terlintas pada hati ini, Kita ingin menjadi pekerja yang baik. Kita ingin bertanggung jawab. Kita ingin memenuhi kewajiban. Semua itu baik. Tetapi tanpa kita sadari, perlahan pekerjaan telah mengambil ruang yang seharusnya milik Allah.
Shalat kita mulai ditunda,
Al-Qur’an jarang tersentuh,
dzikir terasa terburu-buru,
dan doa hanya menjadi kebiasaan, bukan kebutuhan.
Padahal Allah tidak pernah melarang kita bekerja. Allah justru memerintahkan kita untuk bekerja. Namun Allah tidak pernah meminta kita menukar ibadah dengan kesibukan.
Allah berfirman:
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ ١٠٥
wa quli‘malû fa sayarallâhu ‘amalakum wa rasûluhû wal-mu'minûn, wa saturaddûna ilâ ‘âlimil-ghaibi wasy-syahâdati fa yunabbi'ukum bimâ kuntum ta‘malûn
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”
“Dan katakanlah: bekerjalah kalian, maka Allah akan melihat pekerjaan kalian.”
Ayat ini tidak hanya memerintahkan kita bekerja, tetapi jauh dari itu mengingatkan kita bahwa Allah melihat bagaimana kita bekerja. Melihat niatnya. Melihat kejujurannya. Melihat kesungguhannya.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ada orang yang target kerjanya tercapai, tapi hatinya kosong.
Ada yang kariernya naik, tapi shalatnya tertinggal.
Ada yang rezekinya bertambah, tapi keberkahannya hilang.
Karena pekerjaan yang tidak dibingkai dengan iman akan melelahkan, meski hasilnya banyak.
Rasulullah ﷺ mengajarkan kita bahwa bekerja adalah ibadah bila dilakukan dengan jujur dan amanah. Bahkan sebelum beliau diangkat menjadi Nabi, masyarakat Makkah mengenalnya dengan satu gelar: Al-Amîn, orang yang dapat dipercaya.
Kepercayaan itulah yang mengangkat derajat beliau, bukan jabatan, bukan kekayaan.
Jamaah rahimakumullah,
Awal tahun ini, mungkin target kerja kita banyak. Mungkin tanggung jawab kita semakin besar. Tapi jangan biarkan semua itu membuat kita lupa pulang kepada Allah.
Karena sesungguhnya, sekuat apa pun kita bekerja, hati tetap membutuhkan Allah.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Awal tahun bukan saatnya hanya memperbaiki jadwal kerja, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan Allah. Jangan menunggu waktu luang untuk taat, karena waktu luang tidak pernah benar-benar datang. Ketaatan justru lahir di tengah kesibukan.
Mari kita jujur pada diri sendiri.
Apakah pekerjaan membuat kita semakin dekat kepada Allah, atau justru semakin jauh?
Apakah lelah kita bernilai ibadah, atau hanya menjadi keluhan?
Allah tidak meminta kita menjadi sempurna. Allah hanya meminta kita kembali. Kembali kepada shalat yang dijaga. Kembali kepada kejujuran. Kembali kepada hati yang takut dan berharap kepada-Nya.
Allah berfirman:
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ ٧٧
wabtaghi fîmâ âtâkallâhud-dâral-âkhirata wa lâ tansa nashîbaka minad-dun-yâ wa aḫsing kamâ aḫsanallâhu ilaika wa lâ tabghil-fasâda fil-ardl, innallâha lâ yuḫibbul-mufsidîn
Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
“Carilah pada apa yang telah Allah karuniakan kepadamu kebahagiaan akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”
Islam tidak mengajarkan kita meninggalkan dunia, tetapi mengajarkan kita agar dunia tidak mengambil alih hati.
Jamaah sekalian,
Mari kita awali tahun ini dengan niat yang lebih jujur. Bekerja lebih sungguh-sungguh, namun juga beribadah lebih serius. Menjadi pegawai yang profesional, sekaligus hamba Allah yang taat.
Karena kelak, bukan laporan kerja yang kita pertanggungjawabkan, tetapi umur yang kita habiskan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
KHUTBAH KE II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

